1. Tawassul yang disyariatkan yaitu:
Mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan serta ibadah yang Allah sukai dan ridhoi yaitu amalan yang wajib dan sunnah, baik berupa ucapan, perbuatan atau keyakinan. Tawassul yang disyariatkan bentuknya bermacam-macam, yaitu :
- Pertama, bertawassul kepada Allah dengan namaNya yang indah. Dalilnya adalah seperti dalam firman Allah : " Hanya milik Allah asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul husna itu dan tinggalakanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan."(Al-A'raaf : 180) Lalu bagaimana caranya ? caranya adalah, ketika kita berdoa sebtulah nama-nama Allah yang kita sukai. Sepeti contoh, “Ya Allah Yang Maha Pengabul, berilah aku harta dan jabatan, hanya kepadaMulah aku meminta segala sesuatu”. Berdoa dengan menyebut asma dan sifat Allah sangat dianjurkan.
- Kedua : Bertawassul kepada Allah keimanan dan ketauhidannya. Contohnya berdoa seperti yang dicontohkan Allah SWT di dalam Al-Qur’an, “Ya Rabb kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah). " (Ali Imraan : 53)
- Ketiga : Bertawassul dengan amal shalih. Yaitu berdoa dengan menyebutkan amlan-amalan shalih yang pernah dia perbuat di masa lalu, seperti shalat, puasa atau membaca Al-Qur'an, atau menyebutkan usahanya dalam menjaga kesucian dirinya dari maksiat dan sejenisnya. Dalilnya adalah hadits Al-Bukhari dan Muslim tentang kisah tiga orang yang masuk gua, tiba-tiba pintu gua tertutup oleh batu besar. Lalu mereka berdoa kepada Allah dengan menyebutkan amalan-amalan mereka yang paling diharapkan pahalanya. Ada juga contoh yang termasuk ke dalam tawassul jenis ini, yaitu seperti doanya nabi Ayyub, “Inni Massaniadh-Dhurru wa Anta Arhamurrahimin." (Sesungguhnya aku telah mengalami kesengsaraan dan Engkau adalah Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih..). doa nabi ayyub ini adalah contoh bertawassul dengan menyebut kefakiran yang pernah dia alami dengan kesabarannya. Atau ada juga doa yang dicontohkan oleh nabi yunus, yaitu doa yang menyebutkan kezhalimannya serta kebutuhannya terhadap bantuan Allah SWT, “Laa Ilaaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minazh zhalimin." (Tidak ada yang berhak diibadahi secara benar melainkan Engkau; Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zhalim..)
2. Tawassul Bid’ah dan Terlarang
Tawassul yang tergolong bid’ah dan terlarang adalah jika bertawassul kepada Allah dengan hal-hal yang tidak Allah sukai dan dilarangNya, berupa ucapan, perbuatan dan keyakinan. Contohnya seperti berdoa kepada orang-orang mati atau orang-orang yang tidak hadir, memohon keselamatan dengan perantaraan mereka, dan sejenisnya. Semua perbuatan semacam itu sangat dilarang dan berdosa besar karena dapat mengeluarkan pelakunya dari islam. Berdoa kepada selain Allah SWT adalah perbuatan syirik dan tidak akan Allah ampuni dosanya. Tidak ada perantara dalam berdoa kepada Allah SWT. Jika kita ingin meminta apapun kepada Allah SWT tinggal berdoa saja, sambil tawakkal dan berusaha. Apapun yang Allah kehendaki baik itu terkabulnya sebuah doa ataupun tidak itu adalah hak Allah. Dan Allah SWT maha mengetahui apa yang terbaik buat kita.dalilnya seperti yang diterangkan dalam Al-Qur’an,
Allah berfirman: "Dan Allah berfirman: "Dan Rabbmu berfirman:"Berdo'alah kepada-Ku,niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk naar Jahannam dalam keadaan hina dina…" (Al-Mukmin : 60)
dalam ayat di atas Allah SWT menjelaskan ganjaran dan perintah untuk berdoa kepadanya, dan ancaman bagi yang menyombongkan diri serta ujub kepada dirinya sendiri walau tidak sampai berdoa kepada selainNya.
Dalam lain Allah juga berfirman: "Berdoalah kepada Allah dengan rasa tunduk dan suara perlahan.."
Dalam ayat ini Allah memerintahkan berdoa kepada-Nya, bukan kepada selain-Nya, serta dengan suara yang lembut.
Allah berfirman menceritakan ucapan Ahli Neraka: "Demi Allah, sungguh kami dahulu (di dunia) berada dalam kesesatan yang nyata; tatkala kami menyamakan kalian dengan Rabb sekalian makhluk."
Segala bentuk penyamaan Allah dengan selain-Nya dalam ibadah dan ketaatan, maka itu adalah perbuatan syirik terhadap-Nya.
Allah berfirman: "Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (do'anya) sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) do'a mereka. " (Al-Ahqaaf : 5)
"Dan barangsiapa yang menyeru sesembahan selain Allah, sesungguhnya perhitungannya di sisi Rabb-nya, sesungguhnya tidak akan beruntung orang-orang yang kafir."
Allah menganggap orang yang berdoa kepada selain-Nya, berarti telah mengambil sesembahan selain-Nya pula.
Allah berfirman: "Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada menmendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu.Dan di hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui.)Faatir : 13-14)
Dalam ayat di atas Allah SWT menjelaskan bahwa Allah SWT adalah yang maha berkuasa atas segala sesuatu. Tidak ada sesuatupun yang mampu mengabulkan doa kecuali Dia. Jika kita melihat orang – orang kafir memiliki sesuatu di dunia ini, itu bukan karena pemberian dari apa yang mereka sembah, melainkan pemberian Allah yang Maha Pengasih. Sebagai rezekinya di dunia,namun di akhirat nanti tiada seorang penolongpun baginya dari siksaan allah SWT.
Sekian …
0 komentar:
Posting Komentar
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.